Beberapa hari ini saya nonton lebih dari 4 film, 3 di antara nya membuat saya sangat takjub akan pesan yang di sampaikan dalam film tersebut.
pertama, Devil Wears Prada, film ini lebih dari belasan kali saya tonton, dan selalu tidak pernah bosan, setiap mendengar lagu pembuka nya saja, sudah membuat jantung saya serasa terpompa lebih cepat dan hidup jadi lebih bergairah ( halahh,,) tapi bener, ini film rekomendasi nomor satu yang paling saya idolakan bagi para woman worker diluar sana. kalimat yang paling saya ingat, dan selalu membuat mata saya berkaca kaca, kira kira seperti ini bunyinya : "dia adalah wanita yang paling mengecewakan yang pernah ku kenal, tapi jika anda tidak menerima nya, maka anda Idiot! " 1 kalimat itu bisa merubah suasana hati saya menjadi begitu baik. Anda penasaran ? silahkan tonton film nya.
Kedua , The Help. ini film baru bagi saya , rekomendasi dari suami. awalnya saya kira ini film bergenre lucu lucuan, soalnya cover menunjukkan maid negro yang gendut. tetapi oh la la.. film berdurasi sekitar 2 jam ini hampir membuat mata saya tidak berkedip. bagaimana bisa warga yang di "zaman" itu membedakan toilet antara majikan yang berkulit putih dengan pembantunya yang berkulit hitam, karena alasan, takut tertular penyakit! belum lagi sikap merendahakn dari majikannya yang membuat para pembantu benar benar seperti budak. ini di ungkap secara apik dan film The Help, resisme antara kulit putih dan dan kulit hitam sangat kental saat itu, dan akhirnya melalui rangkaian tulisan, keegoisan rasisme dapat terkikis dan membuka mata hati semua pembacanya. Ending yang sangat memuaskan :). memberi pesan moral tersendiri bagi saya, bahwa jadi majikan dan punya pembantu itu ada etikanya, bahkan pembantu itu sesungguhnya adalah keluarga terdekat kita.
Ketiga , Sang Pemimpi, well iyaaa.. saya tau ini film sudah lama banget boo beredar, tetapi saya kan ga bisa nonton ke Bioskop , dengan alasan, anak masih kecil, terus ga di izinin suami kalo nonton sendiri ( nasib suami overseas ) alhasil , sekarang saya baru bisa ngintip filmnya di Youtube! yey. nnah, ini film sangat recommended banget. kalo dulu di laskar pelangi saya nangis di bagian saat Lintang berhenti bersekolah demi menjadi tulang punggung keluarga nya, di film sang pemimpi ini, hampir di setiap scene saya meneteskan airmata. beh, bagaimana haru birunya Ikal yang menomor satukan ayah nya yang luar biasa, membanggakan aray yang selalu jadi motivatornya, dan semangat Pak Muchtar yang ditularkan kepada murid muridnya, juga ketulusan jimbron yang memberikan tabungan hasil jerih payah nya untuk bekal perjalanan Ikal dan Aray menuju mimpi mereka.
ketiga film itu memberi pesan tersendiri pada saya.
jadi ingat dulu saya punya mimpi begitu besar kawan, tapi sayang saya tidak memiliki teman sehebat aray di samping saya, dan guru secemerlang Pak Muchtar di depan saya. akhirnya mimpi kandas. dan setelah menikmati 3 film itu, saya termotivasi meraih mimpi saya yang belum tercapai, Aray atau Pak Muchtar bukan menjadi alasan untuk saya berhenti bermimpi. Bermimpi untuk bisa membahagiakan Ibu Tercinta, dan menjadi orang yang dibanggakan oleh suami dan anak saya. Amin.
Bermimpilah kawan, walau dunia itu kejam, jangan biarkan itu menjadi penghalang mimpi mu
"Dream is not what you see in sleep , It is the thing which does not let you sleep" ~APJ Abdul Kalam
pertama, Devil Wears Prada, film ini lebih dari belasan kali saya tonton, dan selalu tidak pernah bosan, setiap mendengar lagu pembuka nya saja, sudah membuat jantung saya serasa terpompa lebih cepat dan hidup jadi lebih bergairah ( halahh,,) tapi bener, ini film rekomendasi nomor satu yang paling saya idolakan bagi para woman worker diluar sana. kalimat yang paling saya ingat, dan selalu membuat mata saya berkaca kaca, kira kira seperti ini bunyinya : "dia adalah wanita yang paling mengecewakan yang pernah ku kenal, tapi jika anda tidak menerima nya, maka anda Idiot! " 1 kalimat itu bisa merubah suasana hati saya menjadi begitu baik. Anda penasaran ? silahkan tonton film nya.
Kedua , The Help. ini film baru bagi saya , rekomendasi dari suami. awalnya saya kira ini film bergenre lucu lucuan, soalnya cover menunjukkan maid negro yang gendut. tetapi oh la la.. film berdurasi sekitar 2 jam ini hampir membuat mata saya tidak berkedip. bagaimana bisa warga yang di "zaman" itu membedakan toilet antara majikan yang berkulit putih dengan pembantunya yang berkulit hitam, karena alasan, takut tertular penyakit! belum lagi sikap merendahakn dari majikannya yang membuat para pembantu benar benar seperti budak. ini di ungkap secara apik dan film The Help, resisme antara kulit putih dan dan kulit hitam sangat kental saat itu, dan akhirnya melalui rangkaian tulisan, keegoisan rasisme dapat terkikis dan membuka mata hati semua pembacanya. Ending yang sangat memuaskan :). memberi pesan moral tersendiri bagi saya, bahwa jadi majikan dan punya pembantu itu ada etikanya, bahkan pembantu itu sesungguhnya adalah keluarga terdekat kita.
Ketiga , Sang Pemimpi, well iyaaa.. saya tau ini film sudah lama banget boo beredar, tetapi saya kan ga bisa nonton ke Bioskop , dengan alasan, anak masih kecil, terus ga di izinin suami kalo nonton sendiri ( nasib suami overseas ) alhasil , sekarang saya baru bisa ngintip filmnya di Youtube! yey. nnah, ini film sangat recommended banget. kalo dulu di laskar pelangi saya nangis di bagian saat Lintang berhenti bersekolah demi menjadi tulang punggung keluarga nya, di film sang pemimpi ini, hampir di setiap scene saya meneteskan airmata. beh, bagaimana haru birunya Ikal yang menomor satukan ayah nya yang luar biasa, membanggakan aray yang selalu jadi motivatornya, dan semangat Pak Muchtar yang ditularkan kepada murid muridnya, juga ketulusan jimbron yang memberikan tabungan hasil jerih payah nya untuk bekal perjalanan Ikal dan Aray menuju mimpi mereka.
ketiga film itu memberi pesan tersendiri pada saya.
jadi ingat dulu saya punya mimpi begitu besar kawan, tapi sayang saya tidak memiliki teman sehebat aray di samping saya, dan guru secemerlang Pak Muchtar di depan saya. akhirnya mimpi kandas. dan setelah menikmati 3 film itu, saya termotivasi meraih mimpi saya yang belum tercapai, Aray atau Pak Muchtar bukan menjadi alasan untuk saya berhenti bermimpi. Bermimpi untuk bisa membahagiakan Ibu Tercinta, dan menjadi orang yang dibanggakan oleh suami dan anak saya. Amin.
Bermimpilah kawan, walau dunia itu kejam, jangan biarkan itu menjadi penghalang mimpi mu
"Dream is not what you see in sleep , It is the thing which does not let you sleep" ~APJ Abdul Kalam


Tidak ada komentar:
Posting Komentar